Kalkulator Biaya GoFood/GrabFood

Kecanduan pesan makanan online Anda menghabiskan berapa liburan per tahun? Mari kita hitung!

Dampak Kecanduan Delivery

Fakta: Rata-rata pengguna GoFood/GrabFood menghabiskan Rp2-5 juta per bulan untuk delivery makanan.

Perbandingan: Delivery vs Masak Sendiri

Cara Menggunakan Kalkulator Biaya GoFood/GrabFood

  1. Order per Minggu: Masukkan berapa kali Anda memesan makanan delivery per minggu (sarapan/makan siang/makan malam digabung)
  2. Rata-rata per Order: Set nilai rata-rata per order termasuk makanan, minuman, dan ongkir
  3. Biaya Platform & Surge: Faktor dalam biaya packaging, platform fee, surge pricing (biasanya Rp5-15 ribu ekstra per order)
  4. Lihat Total Biaya: Lihat biaya bulanan, tahunan, dan 10 tahun dengan perbandingan biaya peluang investasi
  5. Bandingkan Alternatif: Bandingkan dengan masak di rumah atau makan di tempat untuk memahami premium yang Anda bayar

Mengapa Food Delivery Diam-diam Menguras Kekayaan Anda

"Pesan aja malam ini" telah menjadi kebiasaan paling mahal orang Indonesia. Apa yang dimulai sebagai kemudahan saat pandemi kini menjadi gaya hidup jutaan orang. Tapi pernahkah Anda menghitung biaya sebenarnya?

Mari rincikan order tipikal: Nasi goreng yang harganya Rp30.000 di warung menjadi Rp45.000 di GoFood/GrabFood. Tambah Rp12.000 ongkir, Rp3.000 platform fee, Rp5.000 biaya packaging. Nasi goreng Rp30.000 Anda sekarang jadi Rp65.000—markup 116%.

Jika Anda memesan 5 kali seminggu dengan rata-rata Rp60.000, itu Rp14.400.000/tahun. Selama 10 tahun dengan return investasi 10%? Rp230 juta biaya peluang.

Kecanduan Delivery Makanan

Kemudahan GoFood dan GrabFood membuat kita lupa berapa banyak uang yang keluar. Rp50.000/order terlihat kecil, tapi 5x seminggu = Rp1 juta/bulan!

Hitungan Realistis

  • 5 order/minggu x Rp60.000: Rp300.000/minggu
  • Per bulan: Rp1.200.000
  • Per tahun: Rp14.400.000
  • Jika masak sendiri: Rp7.200.000 (hemat 50%!)

Yang Bisa Dibeli dengan Rp14 Juta

  • Liburan ke Bali 5 hari 4 malam
  • iPhone atau smartphone flagship baru
  • Investasi reksadana untuk masa depan
  • Kursus atau sertifikasi karir
  • Uang muka motor baru

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa rata-rata pengeluaran orang Indonesia untuk food delivery?
Menurut data industri, orang Indonesia urban menghabiskan Rp1.5-3 juta/bulan untuk food delivery (10-15 order). Profesional di kota besar sering menghabiskan Rp4-6 juta/bulan. Ini belum termasuk groceries atau makan di luar—murni pesanan GoFood/GrabFood/ShopeeFood. Dengan Rp3 juta/bulan selama 10 tahun diinvestasikan pada return 10%, itu Rp58 juta biaya peluang!
Berapa markup sebenarnya di aplikasi food delivery?
Rincian markup tipikal: Markup restoran (15-25% harga menu lebih tinggi di aplikasi), Ongkir (Rp8-20 ribu tergantung jarak/surge), Platform fee (Rp3-5 ribu), PPN (10% pada makanan), Biaya packaging (Rp3-10 ribu). Gabungan? Anda membayar 40-80% lebih mahal dari harga makan di tempat.
Apakah berlangganan seperti GoFood Plus atau GrabFood worth it?
Tergantung penggunaan. GoFood Plus (~Rp50 ribu/bulan) memberikan gratis ongkir untuk order di atas minimal tertentu. Jika Anda order 12+ kali dalam sebulan, Anda break even. Dengan 8+ order/bulan? Pasti worth it—hemat Rp100 ribu+/bulan. Hitung: (order bulanan x rata-rata ongkir) vs biaya langganan.
Seberapa murah sebenarnya masak di rumah?
Jauh lebih murah! Contoh: Nasi Goreng: Rp50 ribu delivered vs Rp15 ribu masak sendiri (70% hemat). Ayam Geprek: Rp45 ribu delivered vs Rp18 ribu masak sendiri (60% hemat). Mie Goreng: Rp35 ribu delivered vs Rp8 ribu masak sendiri (77% hemat). Bahkan mempertimbangkan waktu Anda (Rp50 ribu/jam biaya peluang memasak), memasak di rumah hemat Rp15-30 ribu per makanan. Dengan 2 makanan/hari? Itu Rp1-1.8 juta/bulan hemat = Rp12-21 juta/tahun!
Bagaimana dengan faktor "kenyamanan"—bukankah layak dibayar?
Tentu saja—tapi hargai dengan sadar! Kenyamanan layak dibayar ketika: (1) Anda bekerja dan tidak bisa ambil 30 menit untuk memasak, (2) Anda sakit/kelelahan, (3) Acara sosial dengan teman. TIDAK layak ketika: (1) Anda hanya malas/bosan, (2) Pesan sarapan karena perencanaan buruk, (3) Pesan makan malam solo setiap malam karena kebiasaan. Aturan praktis: Jika memesan menghemat waktu produktif senilai Rp60 ribu+, lakukanlah. Jika hanya menghindari jalan ke dapur? Masak saja.
Berapa budget food delivery realistis untuk gaji Rp10 juta/bulan?
Penasihat keuangan menyarankan food delivery harus kurang dari 5% take-home income maksimal. Dengan Rp10 juta/bulan, itu Rp500 ribu untuk delivery—sekitar 8-10 order/bulan. Bandingkan dengan: (1) Groceries: Rp1.5-2 juta/bulan, (2) Makan di luar: Rp500 ribu-1 juta/bulan, (3) Delivery: Rp500 ribu/bulan. Total budget makanan = 25-35% dari income (Rp2.5-3.5 juta). Menghabiskan Rp1.5 juta+/bulan untuk delivery saja? Itu red flag inflasi gaya hidup.