Kalkulator Yield Obligasi

Hitung Yield to Maturity (YTM), Current Yield, dan analisis imbal hasil investasi obligasi Anda dengan rincian detail.

Analisis Yield Obligasi

Catatan: YTM mengasumsikan semua pembayaran kupon diinvestasikan kembali pada tingkat yang sama. Imbal hasil aktual dapat bervariasi berdasarkan tingkat reinvestasi dan kondisi pasar.

Pendapatan Kupon Seiring Waktu

Apa itu Kalkulator Yield Obligasi?

Kalkulator Yield Obligasi adalah alat keuangan penting yang membantu investor menganalisis sekuritas pendapatan tetap. Ini menghitung metrik utama seperti Yield to Maturity (YTM) dan Current Yield untuk membantu Anda memahami imbal hasil sebenarnya dari investasi obligasi Anda.

Kalkulator kami menggunakan metode Newton-Raphson standar industri untuk perhitungan YTM yang akurat, memberikan Anda angka yield yang presisi sesuai dengan yang digunakan oleh trader obligasi profesional.

Metrik Yield Obligasi Utama

  • Current Yield: Pembayaran kupon tahunan dibagi dengan harga pasar saat ini. Gambaran cepat imbal hasil pendapatan.
  • Yield to Maturity (YTM): Total imbal hasil tahunan jika dipegang hingga jatuh tempo, termasuk pembayaran kupon dan keuntungan/kerugian modal.
  • Durasi Termodifikasi: Mengukur sensitivitas harga obligasi terhadap perubahan suku bunga.
  • Keuntungan/Kerugian Modal: Selisih antara nilai nominal dan harga pembelian, direalisasikan saat jatuh tempo.

Memahami Penetapan Harga Obligasi

Obligasi dapat diperdagangkan pada tiga tingkat harga berbeda relatif terhadap nilai nominalnya:

  • Obligasi Premium: Harga pasar > Nilai nominal. YTM < Tingkat kupon. Investor membayar lebih untuk pembayaran kupon yang lebih tinggi.
  • Obligasi Diskon: Harga pasar < Nilai nominal. YTM > Tingkat kupon. Investor mendapat keuntungan modal saat jatuh tempo.
  • Obligasi Par: Harga pasar = Nilai nominal. YTM = Tingkat kupon. Tidak ada keuntungan atau kerugian modal.

Rumus Yield Obligasi

Current Yield = (Kupon Tahunan / Harga Saat Ini) x 100

Aproksimasi YTM = (C + (F-P)/n) / ((F+P)/2)

Di mana:

  • C = Pembayaran kupon tahunan
  • F = Nilai nominal
  • P = Harga saat ini
  • n = Tahun hingga jatuh tempo

Contoh Perhitungan

Skenario: Anda membeli obligasi dengan nilai nominal Rp100.000.000, tingkat kupon 8%, pada harga Rp95.000.000 dengan 10 tahun hingga jatuh tempo.

  • Kupon Tahunan: Rp100.000.000 x 8% = Rp8.000.000
  • Current Yield: Rp8.000.000 / Rp95.000.000 = 8,42%
  • Keuntungan Modal saat Jatuh Tempo: Rp100.000.000 - Rp95.000.000 = Rp5.000.000
  • YTM: Sekitar 8,72% (dihitung menggunakan metode Newton-Raphson)

Tips Investasi Obligasi

  1. Bandingkan YTM, Bukan Hanya Tingkat Kupon: Dua obligasi dengan kupon yang sama dapat memiliki YTM berbeda berdasarkan harga.
  2. Pertimbangkan Risiko Durasi: Durasi lebih panjang berarti sensitivitas lebih tinggi terhadap perubahan suku bunga.
  3. Risiko Reinvestasi: YTM mengasumsikan kupon diinvestasikan kembali pada tingkat yang sama, yang mungkin tidak terjadi.
  4. Kualitas Kredit Penting: Obligasi pemerintah lebih aman; obligasi korporasi membayar yield lebih tinggi untuk risiko lebih tinggi.
  5. Implikasi Pajak: Pertimbangkan pajak atas pendapatan kupon dan keuntungan modal saat menghitung imbal hasil bersih.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan antara Current Yield dan YTM?
Current Yield hanya mempertimbangkan pendapatan kupon tahunan relatif terhadap harga. YTM lebih komprehensif - mencakup pendapatan kupon, keuntungan/kerugian modal saat jatuh tempo, dan nilai waktu uang. YTM adalah ukuran yang lebih baik untuk membandingkan obligasi dengan jatuh tempo dan harga yang berbeda.
Mengapa YTM berbeda dari tingkat kupon?
Tingkat kupon ditetapkan saat obligasi diterbitkan. YTM berubah berdasarkan harga pasar. Ketika harga obligasi turun di bawah nilai nominal (diskon), YTM melebihi tingkat kupon. Ketika harga naik di atas nilai nominal (premium), YTM lebih rendah dari tingkat kupon.
Apa itu Durasi Termodifikasi dan mengapa penting?
Durasi Termodifikasi mengukur seberapa besar harga obligasi akan berubah untuk perubahan 1% dalam suku bunga. Durasi 7 berarti harga obligasi turun ~7% jika suku bunga naik 1%. Durasi lebih panjang = risiko suku bunga lebih tinggi. Penting untuk mengelola risiko portofolio obligasi.
Haruskah saya membeli obligasi premium atau diskon?
Tergantung pada tujuan Anda. Obligasi premium menawarkan pendapatan saat ini lebih tinggi tetapi kerugian modal saat jatuh tempo. Obligasi diskon menawarkan pendapatan saat ini lebih rendah tetapi keuntungan modal saat jatuh tempo. Untuk tujuan pajak di beberapa yurisdiksi, keuntungan modal mungkin dikenakan pajak berbeda dari pendapatan bunga.
Seberapa akurat perhitungan YTM?
Kalkulator kami menggunakan metode iteratif Newton-Raphson, yang merupakan pendekatan yang sama yang digunakan oleh profesional keuangan. Hasilnya akurat hingga 0,01%. Perhatikan bahwa imbal hasil aktual dapat bervariasi karena risiko reinvestasi - YTM mengasumsikan Anda dapat menginvestasikan kembali semua kupon pada tingkat yang sama.
Jenis obligasi apa yang dapat saya analisis?
Kalkulator ini berfungsi untuk obligasi tingkat bunga tetap termasuk Surat Utang Negara (SUN), Obligasi Daerah, Obligasi Korporasi, Obligasi Bebas Pajak, dan Obligasi Konvertibel. Ini tidak berlaku untuk obligasi tingkat bunga mengambang atau obligasi tanpa kupon (meskipun obligasi tanpa kupon dapat dianalisis dengan mengatur tingkat kupon ke 0).