Kalkulator CAGR

Hitung Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk (CAGR) investasi Anda dan pahami kinerja sebenarnya dari portofolio Anda

Hasil CAGR Anda

Catatan: CAGR dihitung dengan asumsi semua imbal hasil diinvestasikan kembali. Untuk investasi SIP, gunakan XIRR sebagai gantinya.

Grafik Proyeksi Pertumbuhan

Cara Menggunakan Kalkulator CAGR

  1. 1 Masukkan Nilai Awal: Input nilai awal investasi Anda (harga pembelian atau saldo pembukaan).
  2. 2 Masukkan Nilai Akhir: Input nilai saat ini, jumlah jatuh tempo, atau harga jual investasi Anda.
  3. 3 Tetapkan Jangka Waktu: Tentukan durasi investasi dalam tahun (bisa desimal untuk tahun parsial).
  4. 4 Lihat Hasil: Langsung lihat CAGR Anda, total imbal hasil, waktu penggandaan, dan proyeksi pertumbuhan dengan slider interaktif.

Tips Pro: Gunakan slider untuk penyesuaian cepat atau ketik nilai yang tepat untuk presisi. Kalkulator memperbarui secara real-time saat Anda menyesuaikan input.

Apa itu CAGR? Memahami Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk

CAGR (Compound Annual Growth Rate / Tingkat Pertumbuhan Tahunan Majemuk) adalah tingkat imbal hasil yang diperlukan agar investasi tumbuh dari nilai awalnya ke nilai akhirnya selama periode waktu tertentu, dengan asumsi keuntungan diinvestasikan kembali di akhir setiap periode.

Berbeda dengan imbal hasil sederhana yang bisa menyesatkan, CAGR memberikan tingkat tahunan yang "dimuluskan" yang menghilangkan volatilitas dan memberi Anda gambaran yang jelas tentang kinerja investasi. Ini adalah metrik standar emas yang digunakan oleh profesional keuangan di seluruh dunia.

Mengapa CAGR Penting untuk Investor Indonesia

  • Perbandingan Apple-to-Apple: Bandingkan reksa dana, saham, emas, dan properti dengan pijakan yang sama, terlepas dari periode kepemilikan.
  • Benchmarking: Ukur portofolio Anda terhadap indeks seperti IHSG (CAGR historis: ~10-12%).
  • Penyesuaian Inflasi: Dengan inflasi rata-rata Indonesia di 5-6%, CAGR di bawah ini berarti daya beli Anda menurun.
  • Kinerja Sebenarnya: Imbal hasil 50% terdengar mengesankan, tetapi jika butuh 10 tahun, itu hanya CAGR 4,1% - di bawah inflasi!
  • Pemulusan Volatilitas: Investasi Anda mungkin berfluktuasi liar tahun-ke-tahun, tetapi CAGR memberi Anda tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata.

Rumus CAGR Dijelaskan

CAGR = [(Nilai Akhir / Nilai Awal)^(1 / Jumlah Tahun)] - 1

Komponen:
Nilai Akhir (FV): Nilai saat ini/akhir investasi
Nilai Awal (IV): Nilai awal investasi
Jumlah Tahun (n): Durasi investasi
^ (Pangkat): Perhitungan eksponensial untuk pertumbuhan majemuk

Contoh Perhitungan

Skenario: Anda menginvestasikan Rp10.000.000 di reksa dana. Setelah 5 tahun, nilainya Rp25.000.000.

Perhitungan:

CAGR = [(25.000.000 / 10.000.000)^(1/5)] - 1
CAGR = [2,5^0,2] - 1
CAGR = 1,2011 - 1 = 0,2011
CAGR = 20,11%

Hasil: Investasi Anda tumbuh pada tingkat 20,11% per tahun yang mengesankan - jauh di atas rata-rata historis IHSG!

Benchmark CAGR: Berapa Imbal Hasil yang Baik?

Jenis Investasi CAGR Tipikal (10+ tahun) Tingkat Risiko Penilaian
Rekening Tabungan 2-4% Tanpa Risiko Di Bawah Inflasi
Deposito (FD) 5-7% Sangat Rendah Sedikit Mengalahkan Inflasi
Obligasi Pemerintah 6-8% Rendah Aman, Pendapatan Tetap
Emas 8-10% Sedang Volatile, Tanpa Arus Kas
Properti 8-12% Tinggi Tidak Likuid, Tergantung Lokasi
Indeks IHSG 10-12% Sedang-Tinggi Benchmark untuk Saham
Reksa Dana Saham 10-15% Sedang-Tinggi Baik untuk Jangka Panjang
Reksa Dana Mid & Small Cap 12-18% Tinggi Risiko Tinggi, Imbal Hasil Tinggi

Wawasan Kunci: Untuk mengalahkan inflasi dan membangun kekayaan, targetkan CAGR minimum 10% selama 10+ tahun. Saham dan reksa dana saham adalah satu-satunya kelas aset yang secara konsisten mencapai ini.

CAGR vs Imbal Hasil Absolut vs XIRR

1. CAGR vs Imbal Hasil Absolut

Imbal Hasil Absolut adalah persentase keuntungan/kerugian sederhana tanpa mempertimbangkan waktu.

Rumus: [(Nilai Akhir - Nilai Awal) / Nilai Awal] x 100

Contoh: Rp10 Jt menjadi Rp20 Jt = 100% Imbal Hasil Absolut

Masalahnya: 100% dalam 2 tahun luar biasa, tetapi 100% dalam 20 tahun buruk. Imbal hasil absolut menyembunyikan faktor waktu.

Solusi: Selalu gunakan CAGR untuk investasi multi-tahun untuk memahami kinerja tahunan.

2. CAGR vs XIRR (Kapan Menggunakan Mana)

Gunakan CAGR Ketika... Gunakan XIRR Ketika...
Investasi lump-sum tunggal SIP/STP (banyak investasi)
Imbal hasil titik-ke-titik (Beli ke Jual) Arus kas tidak teratur (setoran/penarikan)
Membandingkan reksa dana/saham dalam periode yang sama Portofolio dunia nyata dengan perbedaan waktu

Aturan Praktis: Satu investasi = CAGR. Banyak investasi pada waktu berbeda = XIRR.

Aturan 72: Kalkulator Waktu Penggandaan Cepat

Aturan 72 adalah jalan pintas mental sederhana untuk memperkirakan berapa lama uang Anda mengganda pada CAGR tertentu.

Waktu Penggandaan (Tahun) = 72 / CAGR

Tabel Referensi Cepat

CAGR Waktu Penggandaan Rp10 Jt Menjadi...
6% 12 tahun Rp20 Jt dalam 12 thn, Rp40 Jt dalam 24 thn
8% 9 tahun Rp20 Jt dalam 9 thn, Rp40 Jt dalam 18 thn
10% 7,2 tahun Rp20 Jt dalam 7,2 thn, Rp40 Jt dalam 14,4 thn
12% 6 tahun Rp20 Jt dalam 6 thn, Rp40 Jt dalam 12 thn
15% 4,8 tahun Rp20 Jt dalam 4,8 thn, Rp40 Jt dalam 9,6 thn
18% 4 tahun Rp20 Jt dalam 4 thn, Rp40 Jt dalam 8 thn

Wawasan Praktis: Jika Anda ingin menggandakan uang Anda dalam 6 tahun, Anda memerlukan investasi yang memberikan CAGR 12%. Inilah mengapa reksa dana saham penting untuk penciptaan kekayaan jangka panjang.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Berapa CAGR yang baik untuk reksa dana di Indonesia?

Untuk reksa dana saham kapitalisasi besar, CAGR 10-12% selama 5+ tahun dianggap baik. Untuk reksa dana Mid dan Small Cap, investor sering menargetkan CAGR 12-18%, meskipun ini datang dengan volatilitas lebih tinggi. CAGR apa pun di atas 10% secara konsisten mengalahkan benchmark IHSG.

Bisakah CAGR negatif?

Ya, CAGR bisa negatif jika nilai akhir Anda kurang dari investasi awal. CAGR negatif menunjukkan portofolio Anda telah kehilangan nilai secara tahunan. Misalnya, jika Rp10.000.000 menjadi Rp8.000.000 dalam 3 tahun, CAGR Anda kira-kira -7,2%.

Apakah CAGR 20% realistis untuk investasi jangka panjang?

Meskipun CAGR 20% dapat dicapai dalam periode singkat (2-5 tahun) selama pasar bull, ini tidak berkelanjutan selama 15-20 tahun. Data historis menunjukkan bahwa bahkan reksa dana berkinerja terbaik rata-rata CAGR 15-18% dalam periode sangat panjang. Waspadalah terhadap reksa dana atau saham yang menjanjikan imbal hasil konsisten 20%+ - imbal hasil tinggi datang dengan risiko tinggi.

Bagaimana CAGR membantu dalam perencanaan pensiun?

CAGR sangat penting untuk perencanaan pensiun. Jika Anda membutuhkan Rp5 Miliar dalam 20 tahun dan memiliki Rp500 Juta hari ini, Anda memerlukan CAGR 12,2%. Ini membantu Anda memilih alokasi aset yang tepat - berat saham untuk CAGR lebih tinggi, atau seimbang dengan pendapatan tetap untuk stabilitas. Gunakan Kalkulator Pensiun kami untuk perencanaan lebih baik.

Haruskah saya menghitung CAGR dengan atau tanpa dividen?

Selalu hitung CAGR dengan dividen diinvestasikan kembali untuk gambaran yang akurat. Dividen adalah bagian dari total imbal hasil Anda. Sebagian besar perusahaan reksa dana melaporkan CAGR "Total Return" yang mencakup dividen. Untuk saham, tambahkan pendapatan dividen ke nilai akhir Anda sebelum menghitung CAGR.

Disclaimer: Kalkulator ini memberikan perkiraan berdasarkan input yang Anda berikan. Kinerja masa lalu (CAGR) tidak menjamin hasil di masa depan. Imbal hasil investasi tunduk pada risiko pasar. Selalu konsultasikan dengan penasihat keuangan bersertifikat sebelum membuat keputusan investasi. CalcScope adalah alat edukasi keuangan, bukan penasihat investasi terdaftar OJK.