Mengapa Berinvestasi di Emas?
Emas telah menjadi penyimpan nilai selama ribuan tahun. Sebagai logam mulia, emas memiliki karakteristik unik yang membuatnya menarik sebagai aset investasi:
Keuntungan Investasi Emas
- Lindung Nilai Inflasi: Emas cenderung mempertahankan daya beli saat mata uang melemah
- Diversifikasi: Korelasi rendah dengan saham dan obligasi
- Likuiditas: Mudah dijual di mana saja di dunia
- Safe Haven: Nilai cenderung naik saat ketidakpastian ekonomi
- Tidak Ada Risiko Default: Tidak seperti obligasi atau deposito
Bentuk Investasi Emas
- Emas Batangan: Bentuk fisik dengan biaya produksi rendah
- Koin Emas: Lebih mudah dibagi, ada nilai koleksi
- Perhiasan: Ada biaya pembuatan tinggi, kurang efisien
- Emas Digital: Investasi online tanpa penyimpanan fisik
- Reksa Dana Emas: Diversifikasi tanpa memiliki fisik
Imbal Hasil Historis Emas
Emas di Indonesia telah memberikan imbal hasil rata-rata 8-12% per tahun dalam jangka panjang, meskipun dengan volatilitas yang signifikan dalam jangka pendek. Harga emas dipengaruhi oleh harga emas global (dalam USD) dan nilai tukar Rupiah.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa persen portofolio yang sebaiknya dialokasikan ke emas?
Kebanyakan ahli keuangan merekomendasikan 5-15% dari portofolio untuk emas. Ini cukup untuk diversifikasi dan perlindungan, tetapi tidak terlalu banyak karena emas tidak menghasilkan pendapatan seperti dividen atau bunga.
Lebih baik beli emas batangan atau perhiasan?
Untuk investasi murni, emas batangan lebih efisien karena tidak ada biaya pembuatan (making charge) seperti perhiasan. Perhiasan memiliki biaya pembuatan 10-30% yang tidak dapat dikembalikan saat dijual.
Bagaimana dengan pajak investasi emas?
Di Indonesia, keuntungan dari penjualan emas batangan umumnya tidak dikenakan pajak penghasilan jika Anda memegang sebagai aset pribadi. Namun, jika Anda berbisnis emas, keuntungan menjadi penghasilan kena pajak.