Kalkulator Reksa Dana vs Deposito

Bandingkan imbal hasil Reksa Dana dan Deposito setelah pajak. Temukan investasi mana yang memberikan imbal hasil pasca-pajak lebih baik.

Hasil Perbandingan

Penting: Imbal hasil reksa dana tergantung pada risiko pasar. Suku bunga deposito dapat berbeda antar bank. Ini adalah proyeksi untuk perencanaan.

Grafik Perbandingan Pertumbuhan

Apa itu Kalkulator Reksa Dana vs Deposito?

Kalkulator Reksa Dana vs Deposito adalah alat perbandingan keuangan yang membantu Anda menganalisis dan membandingkan imbal hasil Reksa Dana dengan Deposito setelah memperhitungkan pajak. Kalkulator ini mempertimbangkan perlakuan pajak yang berbeda untuk setiap jenis investasi dan memberikan gambaran jelas investasi mana yang menghasilkan imbal hasil pasca-pajak lebih baik untuk situasi keuangan Anda.

Mengapa Membandingkan Reksa Dana dengan Deposito?

Memilih antara reksa dana dan deposito adalah salah satu dilema investasi paling umum yang dihadapi investor Indonesia. Keduanya memiliki kelebihan dan melayani tujuan keuangan berbeda:

  • Deposito: Menawarkan imbal hasil terjamin, perlindungan modal, dan pendapatan yang dapat diprediksi. Ideal untuk investor konservatif dan dana darurat.
  • Reksa Dana: Memberikan imbal hasil terkait pasar dengan potensi pertumbuhan lebih tinggi. Cocok untuk penciptaan kekayaan jangka panjang dan mengalahkan inflasi.
  • Efisiensi Pajak: Reksa Dana Saham memiliki keuntungan pajak capital gain, sementara bunga deposito sepenuhnya dikenakan pajak.

Bagaimana Kalkulator Ini Bekerja?

Kalkulator Reksa Dana vs Deposito menggunakan rumus keuangan akurat untuk memproyeksikan imbal hasil:

  • Imbal Hasil Reksa Dana: Dihitung menggunakan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR)
  • Imbal Hasil Deposito: Dihitung menggunakan bunga majemuk sesuai standar perbankan
  • Pajak Reksa Dana: Capital gain jangka panjang dikenakan pajak lebih rendah
  • Pajak Deposito: Bunga dikenakan pajak final 20%

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mana yang lebih baik: Reksa Dana atau Deposito?
Tergantung pada tujuan, toleransi risiko, dan horizon investasi Anda. Untuk penciptaan kekayaan jangka panjang (7+ tahun), reksa dana saham biasanya mengungguli deposito karena imbal hasil lebih tinggi dan efisiensi pajak. Untuk tujuan jangka pendek atau dana darurat, deposito memberikan imbal hasil terjamin dan keamanan modal.
Bagaimana pajak reksa dana dibandingkan dengan bunga deposito?
Keuntungan reksa dana saham yang dipegang lebih dari 1 tahun (LTCG) dikenakan pajak lebih rendah. Bunga deposito dikenakan pajak final 20% dari bunga bruto. Ini membuat reksa dana lebih efisien pajak untuk sebagian besar investor.
Bisakah saya kehilangan uang di reksa dana?
Ya, reksa dana tunduk pada risiko pasar dan nilai investasi dapat berfluktuasi. Namun, data historis menunjukkan bahwa reksa dana saham telah menghasilkan imbal hasil positif selama periode 5+ tahun secara konsisten. Kuncinya adalah tetap berinvestasi untuk jangka panjang.