Kalkulator Alokasi Portofolio

Optimalkan portofolio investasi Anda dengan alokasi aset cerdas. Seimbangkan saham, obligasi, dan emas berdasarkan toleransi risiko dan horizon investasi Anda.

Analisis Portofolio Anda

Catatan: Imbal hasil berdasarkan rata-rata historis. Imbal hasil aktual dapat bervariasi berdasarkan kondisi pasar.

Proyeksi Pertumbuhan Portofolio

Alokasi Aset

Apa itu Alokasi Portofolio?

Alokasi portofolio, juga dikenal sebagai alokasi aset, adalah distribusi strategis investasi Anda di berbagai kelas aset seperti saham, obligasi, dan emas. Prinsip dasar di balik alokasi portofolio adalah diversifikasi - praktik menyebarkan investasi untuk mengurangi risiko sambil mengoptimalkan imbal hasil.

Mengapa Alokasi Aset Penting?

  • Manajemen Risiko: Kelas aset berbeda bereaksi berbeda terhadap kondisi ekonomi
  • Optimalisasi Imbal Hasil: Saham menawarkan imbal hasil jangka panjang lebih tinggi, obligasi memberikan stabilitas
  • Keselarasan Tujuan: Alokasi harus sesuai dengan tujuan keuangan, timeline, dan toleransi risiko
  • Kontrol Emosional: Portofolio yang terdiversifikasi mengalami volatilitas lebih rendah

Aturan Alokasi Berbasis Usia

Aturan praktis populer adalah rumus "100 minus usia" untuk alokasi saham. Jika Anda berusia 30 tahun, alokasikan 70% ke saham (100-30=70). Aturan ini menyarankan mengurangi eksposur saham seiring bertambahnya usia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa alokasi portofolio ideal untuk usia 30 tahun?
Untuk usia 30 tahun dengan toleransi risiko moderat dan horizon investasi panjang, alokasi tipikal adalah 60-70% saham, 20-30% obligasi, dan 10% emas. Ini memungkinkan pertumbuhan sambil mempertahankan stabilitas.
Seberapa sering harus saya menyeimbangkan ulang portofolio?
Penyeimbangan ulang tahunan umumnya cukup untuk sebagian besar investor. Beberapa lebih suka menyeimbangkan ulang ketika alokasi menyimpang lebih dari 5-10% dari target.
Mengapa harus memasukkan emas dalam portofolio?
Emas berfungsi sebagai lindung nilai portofolio dan pelindung inflasi. Sering bergerak berlawanan dengan saham dan memberikan stabilitas selama ketidakpastian ekonomi. Alokasi 5-15% ke emas direkomendasikan.