Hitung imbal hasil investasi sebenarnya setelah inflasi. Lihat bagaimana inflasi mengikis daya beli dan rencanakan investasi lebih cerdas.
Apa itu Imbal Hasil Riil dan Mengapa Penting?
Imbal hasil riil adalah keuntungan atau kerugian aktual yang dihasilkan investasi setelah memperhitungkan inflasi. Meskipun laporan bank Anda mungkin menunjukkan imbal hasil nominal yang mengesankan, pertanyaan sebenarnya adalah: dapatkah Anda benar-benar membeli lebih banyak dengan uang itu? Di sinilah konsep imbal hasil riil menjadi krusial.
Bayangkan Anda menginvestasikan Rp100.000.000 dan mendapat imbal hasil 8% selama setahun, memberi Anda Rp108.000.000. Terdengar bagus, bukan? Tapi jika inflasi 6% selama periode yang sama, daya beli Rp108.000.000 itu sebenarnya hanya setara dengan Rp101.886.792 dalam nilai hari ini. Imbal hasil riil Anda? Hanya 1,89%, bukan 8%!
Persamaan Fisher: Memahami Matematikanya
Hubungan antara imbal hasil nominal, imbal hasil riil, dan inflasi ditangkap oleh Persamaan Fisher:
(1 + Imbal Hasil Riil) = (1 + Imbal Hasil Nominal) / (1 + Tingkat Inflasi)
Atau disederhanakan: Imbal Hasil Riil = ((1 + Tingkat Nominal) / (1 + Tingkat Inflasi)) - 1
Dampak Inflasi pada Jenis Investasi Berbeda
- Deposito: Sering memberikan imbal hasil riil negatif setelah pajak
- Reksa Dana Saham: Secara historis memberikan 5-7% imbal hasil riil
- Properti: Umumnya mengikuti atau mengalahkan inflasi
- Emas: Cenderung mempertahankan daya beli
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa perbedaan antara imbal hasil nominal dan riil?
Imbal hasil nominal adalah persentase keuntungan mentah investasi tanpa penyesuaian. Imbal hasil riil mengurangi efek inflasi, menunjukkan berapa banyak daya beli Anda benar-benar meningkat. Jika investasi tumbuh 10% tapi inflasi 6%, imbal hasil riil Anda sekitar 3,77%, bukan 4%.
Mengapa saya harus peduli imbal hasil riil?
Karena uang hanya bernilai untuk apa yang bisa dibelinya. Jika investasi tumbuh 7% tapi harga naik 8%, Anda sebenarnya lebih miskin meskipun melihat angka lebih tinggi di rekening. Imbal hasil riil memberi tahu apakah Anda benar-benar membangun kekayaan.
Berapa target imbal hasil riil yang baik?
Imbal hasil riil 4-6% dianggap sangat baik untuk investasi jangka panjang. Apapun di atas 3% imbal hasil riil berarti Anda secara bermakna menumbuhkan kekayaan, sementara 0-3% berarti Anda mempertahankannya.
Bisakah imbal hasil riil negatif?
Ya, tentu saja. Jika investasi menghasilkan 5% tapi inflasi 7%, imbal hasil riil Anda sekitar -1,87%. Ini berarti uang Anda kehilangan daya beli. Rekening tabungan bank dan deposito sering memberikan imbal hasil riil negatif setelah memperhitungkan pajak dan inflasi.