Apa itu Kalkulator Kelayakan Pinjaman?
Kalkulator Kelayakan Pinjaman membantu Anda menentukan jumlah pinjaman maksimum yang dapat Anda pinjam berdasarkan pendapatan, kewajiban keuangan yang ada, usia, dan profil kredit Anda. Ini menggunakan kriteria yang sama yang digunakan bank untuk menilai aplikasi pinjaman.
Faktor Utama yang Mempengaruhi Kelayakan Pinjaman
- Pendapatan Bulanan: Pendapatan lebih tinggi berarti kapasitas cicilan lebih tinggi dan kelayakan pinjaman lebih besar
- Cicilan yang Ada: Kewajiban pinjaman saat ini mengurangi kapasitas yang tersedia untuk pinjaman baru
- DSR (Debt Service Ratio): Bank biasanya mengizinkan 30-50% pendapatan untuk cicilan
- Usia dan Pensiun: Tenor pinjaman dibatasi oleh tahun menuju pensiun
- Skor Kredit: Kolektibilitas 1 (lancar) memenuhi syarat untuk bunga terbaik dan kelayakan tertinggi
Memahami DSR (Debt Service Ratio)
DSR adalah persentase pendapatan Anda yang digunakan untuk kewajiban tetap seperti cicilan. Bank Indonesia mensyaratkan bank untuk mempertimbangkan DSR dalam penilaian kredit. Umumnya, bank mengizinkan DSR 30-50%. DSR lebih rendah berarti kelayakan lebih tinggi karena menunjukkan Anda memiliki kapasitas untuk cicilan baru.
Sistem Kolektibilitas BI Checking
BI Checking menggunakan sistem kolektibilitas 1-5:
- Kolektibilitas 1 (Lancar): Tidak ada tunggakan. Memenuhi syarat untuk bunga terbaik dan kelayakan tertinggi.
- Kolektibilitas 2 (Dalam Perhatian Khusus): Tunggakan 1-90 hari. Mungkin menghadapi bunga lebih tinggi.
- Kolektibilitas 3 (Kurang Lancar): Tunggakan 91-120 hari. Persetujuan menjadi sulit.
- Kolektibilitas 4 (Diragukan): Tunggakan 121-180 hari. Kemungkinan ditolak.
- Kolektibilitas 5 (Macet): Tunggakan lebih dari 180 hari. Penolakan hampir pasti.
Cara Meningkatkan Kelayakan Pinjaman Anda
- Lunasi pinjaman yang ada untuk mengurangi rasio DSR Anda
- Tingkatkan skor kredit Anda dengan membayar tagihan tepat waktu
- Tambahkan co-applicant (pasangan/orang tua) untuk menggabungkan pendapatan
- Pilih tenor lebih panjang jika usia Anda memungkinkan
- Kurangi utilisasi kartu kredit di bawah 30%
- Berikan bukti pendapatan tambahan (bonus, pendapatan sewa, dll.)
Kelayakan Pinjaman Berdasarkan Jenis Pekerjaan
Karyawan Tetap: Umumnya mendapatkan kelayakan lebih tinggi karena pendapatan stabil. Memerlukan slip gaji 3 bulan terakhir, rekening koran 6 bulan, dan SK kerja.
Wiraswasta: Biasanya mendapat kelayakan 5-10% lebih rendah karena variabilitas pendapatan. Bank memerlukan SPT 2-3 tahun, laporan keuangan, dan bukti kontinuitas bisnis.
Profesional (Dokter, Pengacara, dll.): Mungkin mendapatkan persyaratan khusus. Memerlukan izin praktik, bukti pendapatan praktik, dan rekening koran.