Cara Kerja Kalkulator Ini
Kalkulator ini mensimulasikan dua skenario paralel selama jangka waktu yang Anda pilih:
- Menyewa: Anda menginvestasikan uang muka dan tabungan bulanan (cicilan dikurangi sewa) di reksa dana atau investasi lainnya
- Membeli: Anda membangun ekuitas melalui pembayaran cicilan sementara properti naik nilainya
Biaya Pembelian yang Termasuk
- Pembayaran cicilan selama jangka waktu KPR
- BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan): 5%
- Biaya balik nama: 1%
- Pajak bumi dan bangunan tahunan: 0,5% dari nilai properti
- Biaya perawatan tahunan: 1% dari nilai properti
Asumsi Kunci
- Pengembalian investasi adalah sebelum pajak (pengembalian aktual mungkin lebih rendah setelah pajak)
- Apresiasi rumah konsisten tahun ke tahun
- Tarif BPHTB bervariasi signifikan per daerah
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan sebaiknya saya membeli daripada menyewa?
Secara umum, membeli masuk akal jika Anda berencana tinggal di kota yang sama selama 7-10+ tahun, memiliki penghasilan stabil, dan apresiasi properti lokal melebihi pengembalian investasi. Gunakan kalkulator ini untuk menemukan titik impas spesifik Anda.
Apa itu rental yield dan mengapa penting?
Rental yield adalah (Sewa Tahunan / Nilai Properti) x 100. Jika rental yield di bawah 3%, menyewa seringkali secara finansial lebih baik karena uang Anda tumbuh lebih cepat di investasi daripada di ekuitas properti.
Haruskah saya mempertimbangkan manfaat pajak KPR?
Ya! Di Indonesia, bunga KPR dapat dikurangkan dari penghasilan kena pajak dalam batas tertentu. Manfaat ini meningkatkan skenario pembelian.