Memahami Peluruhan Kekayaan: Erosi Diam-diam Uang Anda
Kalkulator Peluruhan Kekayaan mengungkapkan realitas keuangan keras yang kebanyakan orang abaikan: uang yang menganggur di tabungan atau sebagai uang tunai terus-menerus kehilangan nilai. Ini bukan tentang investasi buruk atau crash pasar - ini tentang kekuatan inflasi yang tak henti-hentinya dan tak terlihat yang memakan daya beli Anda setiap hari.
Ketika Anda melihat Rp100 juta di rekening bank Anda hari ini dan Rp100 juta lima tahun dari sekarang, terlihat sama. Tapi itu ilusi. Dengan inflasi 5% (rata-rata jangka panjang Indonesia), Rp100 juta itu hanya bisa membeli sekitar Rp78 juta barang setelah lima tahun. Anda tidak kehilangan uang di atas kertas, tapi Anda kehilangan 22% daya beli. Itulah peluruhan kekayaan dalam aksi.
Apa itu Peluruhan Kekayaan?
Peluruhan kekayaan adalah hilangnya daya beli secara bertahap akibat inflasi. Ini adalah perbedaan antara nilai nominal (angka yang Anda lihat) dan nilai riil (apa yang sebenarnya bisa dibeli uang itu). Sementara saldo bank Anda menunjukkan digit yang sama, setiap rupiah membeli lebih sedikit setiap tahun yang berlalu.
Aturan 72: Paruh Waktu Uang Anda
Aturan 72 memberi Anda cara cepat menghitung kapan uang Anda kehilangan setengah daya belinya:
Tahun untuk Setengah = 72 / Tingkat Inflasi
Contoh nyata:
- Dengan inflasi 5%: Uang kehilangan setengah nilainya dalam 14,4 tahun (72 / 5 = 14,4)
- Dengan inflasi 7%: Setengah daya beli hilang dalam 10,3 tahun (72 / 7 = 10,3)
- Dengan inflasi 4%: Butuh 18 tahun untuk setengah (72 / 4 = 18)
Berapa Banyak Uang Tunai yang Harus Anda Simpan Menganggur?
Tidak semua uang tunai menganggur itu buruk. Ahli keuangan merekomendasikan:
- Dana darurat: 3-6 bulan pengeluaran dalam tabungan likuid (terima biaya inflasi untuk likuiditas)
- Tujuan jangka pendek (< 2 tahun): Simpan di reksa dana likuid atau deposito jangka pendek
- Semua yang lain: Harus diinvestasikan dalam aset yang mengalahkan inflasi