Kalkulator Deposito Berjangka

Hitung nilai jatuh tempo deposito, bunga yang diperoleh, dan pengembalian efektif dengan berbagai frekuensi bunga majemuk.

Ringkasan Deposito Anda

Penting: Suku bunga deposito bervariasi antar bank dan jangka waktu. Cek dengan bank Anda untuk suku bunga terkini.

Rincian Jatuh Tempo

Apa itu Deposito Berjangka?

Deposito Berjangka adalah salah satu opsi investasi paling populer di Indonesia, menawarkan pengembalian terjamin dengan risiko minimal. Ketika Anda membuka rekening deposito, Anda menyetorkan sejumlah uang untuk periode tetap (jangka waktu) dengan suku bunga yang telah ditentukan. Pada saat jatuh tempo, Anda menerima pokok ditambah bunga yang terakumulasi.

Deposito ditawarkan oleh bank-bank di Indonesia. Mereka memberikan perlindungan modal dan pengembalian yang dapat diprediksi, menjadikannya ideal untuk investor konservatif dan mereka yang mencari pendapatan stabil.

Bagaimana Kalkulator Deposito Kami Bekerja?

Kalkulator Deposito kami menggunakan rumus bunga majemuk untuk menghitung nilai jatuh tempo secara akurat. Kalkulator mempertimbangkan empat input utama:

  • Jumlah Pokok: Jumlah setoran awal (Rp1 juta hingga Rp10 miliar)
  • Suku Bunga: Suku bunga tahunan yang ditawarkan bank (biasanya 3% hingga 7%)
  • Jangka Waktu: Durasi deposito dalam bulan (1 bulan hingga 5 tahun)
  • Frekuensi Bunga Majemuk: Seberapa sering bunga dimajemukkan (bulanan, triwulanan, tahunan, atau saat jatuh tempo)

Rumus Perhitungan Bunga Deposito

Nilai jatuh tempo deposito dengan bunga majemuk dihitung menggunakan rumus:

A = P x (1 + r/n)^(n x t)

Dimana:

  • A = Nilai Jatuh Tempo
  • P = Jumlah Pokok
  • r = Suku Bunga Tahunan (dalam desimal)
  • n = Jumlah kali bunga dimajemukkan per tahun
  • t = Periode waktu dalam tahun

Contoh: Jika Anda menginvestasikan Rp100.000.000 dengan bunga 5% per tahun untuk 1 tahun dengan bunga majemuk bulanan:

A = 100.000.000 x (1 + 0,05/12)^(12x1) = Rp105.116.189

Bunga yang Diperoleh = Rp5.116.189

Suku Bunga Deposito di Indonesia (2025)

Suku bunga deposito bervariasi antar bank dan direvisi secara berkala berdasarkan suku bunga acuan BI. Berikut adalah suku bunga deposito indikatif:

  • Bank Pemerintah (BRI, BNI, Mandiri): 3,0% hingga 4,5%
  • Bank Swasta Besar: 3,5% hingga 5,0%
  • Bank Digital: 4,0% hingga 6,0% (suku bunga lebih tinggi tapi cek stabilitas bank)

Catatan: Suku bunga bersifat indikatif dan dapat berubah. Selalu cek suku bunga terkini dengan bank Anda sebelum berinvestasi.

Pajak atas Bunga Deposito

Bunga deposito dikenakan pajak final sebesar 20% yang dipotong langsung oleh bank. Anda tidak perlu melaporkan bunga deposito dalam SPT Tahunan karena pajaknya sudah final.

Jenis-Jenis Deposito di Indonesia

1. Deposito Berjangka Reguler

Jenis paling umum dimana bunga dimajemukkan dan dibayarkan saat jatuh tempo. Anda menerima pokok dan bunga di akhir jangka waktu.

2. Deposito Kumulatif

Bunga dimajemukkan secara berkala tetapi dibayarkan hanya saat jatuh tempo, menghasilkan pengembalian lebih tinggi karena efek bunga majemuk.

3. Deposito Non-Kumulatif

Bunga dibayarkan secara berkala (bulanan, triwulanan, atau tahunan) alih-alih diinvestasikan kembali. Ideal bagi yang mencari pendapatan rutin.

4. Deposito On-Call

Deposito jangka pendek (7-14 hari) yang fleksibel, biasanya dengan suku bunga lebih rendah namun memberikan likuiditas lebih baik.

Frekuensi Bunga Majemuk: Mana yang Terbaik?

Frekuensi bunga majemuk mempengaruhi pengembalian Anda secara signifikan:

Bunga Majemuk Bulanan

Bunga dihitung dan ditambahkan ke pokok setiap bulan. Menawarkan pengembalian tertinggi karena bunga majemuk terjadi 12 kali setahun. Terbaik untuk memaksimalkan pengembalian deposito jangka panjang.

Bunga Majemuk Triwulanan

Frekuensi paling umum yang ditawarkan bank. Bunga dimajemukkan 4 kali setahun. Memberikan keseimbangan baik antara pengembalian dan kenyamanan administrasi bank.

Bunga Majemuk Tahunan

Bunga dimajemukkan sekali setahun. Menawarkan pengembalian lebih rendah dibanding bulanan atau triwulanan namun lebih mudah dipahami dan dihitung.

Keuntungan Utama Deposito Berjangka

  • Pengembalian Terjamin: Suku bunga deposito ditetapkan saat pembukaan, memastikan pengembalian yang dapat diprediksi terlepas dari fluktuasi pasar.
  • Perlindungan Modal: Pokok Anda 100% aman (hingga Rp2 miliar per nasabah per bank di bawah penjaminan LPS).
  • Jangka Waktu Fleksibel: Pilih dari 1 bulan hingga 24 bulan berdasarkan tujuan keuangan Anda.
  • Pinjaman dengan Jaminan Deposito: Anda dapat mengambil pinjaman hingga 90% dari nilai deposito dengan suku bunga lebih rendah.
  • Fasilitas Nominee: Memastikan transfer lancar ke ahli waris dalam keadaan darurat.

Strategi Investasi Deposito yang Cerdas

1. Strategi Deposito Berjenjang (Laddering)

Alih-alih menginvestasikan semua uang dalam satu deposito, buat beberapa deposito dengan tanggal jatuh tempo berbeda. Ini memberikan likuiditas secara berkala dan kesempatan untuk berinvestasi kembali dengan suku bunga lebih baik.

2. Maksimalkan Bunga Majemuk

Pilih deposito kumulatif dengan bunga majemuk bulanan atau triwulanan untuk pengembalian maksimal. Hindari opsi non-kumulatif kecuali Anda memerlukan pendapatan rutin.

3. Bandingkan Antar Bank

Bank digital dan BPR sering menawarkan suku bunga 1-2% lebih tinggi dari bank besar. Bandingkan suku bunga tetapi pertimbangkan juga stabilitas bank dan penjaminan LPS.

Deposito vs Opsi Investasi Lain

Deposito vs Tabungan Biasa

Deposito menawarkan bunga 2-4% lebih tinggi dari tabungan biasa namun memerlukan penguncian dana untuk periode tertentu. Tabungan memberikan likuiditas instan.

Deposito vs Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang menawarkan potensi pengembalian lebih tinggi dan likuiditas lebih baik, namun membawa sedikit risiko. Deposito memberikan pengembalian terjamin dengan perlindungan modal.

Deposito vs Obligasi Negara

Obligasi negara (ORI/SBR) menawarkan pengembalian lebih tinggi dan pajak lebih ringan (15%) namun dengan jangka waktu lebih panjang. Deposito lebih fleksibel dari segi jangka waktu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa setoran minimum untuk membuka deposito?
Sebagian besar bank mengizinkan pembukaan deposito dengan minimum Rp1.000.000 hingga Rp10.000.000. Namun, beberapa bank digital menawarkan deposito dengan setoran awal lebih rendah mulai Rp100.000.
Bisakah saya mencairkan deposito sebelum jatuh tempo?
Ya, pencairan sebelum jatuh tempo diizinkan di sebagian besar deposito. Namun, bank mengenakan penalti berupa pengurangan suku bunga (biasanya 0,5% hingga 1% dari suku bunga) dan Anda mungkin kehilangan sebagian bunga yang sudah diperoleh.
Apakah deposito dijamin LPS?
Ya, deposito di bank yang menjadi anggota LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dijamin hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, asalkan suku bunga tidak melebihi suku bunga penjaminan LPS.
Frekuensi bunga majemuk mana yang memberikan pengembalian tertinggi?
Bunga majemuk bulanan memberikan pengembalian tertinggi karena bunga dihitung dan ditambahkan ke pokok 12 kali setahun. Namun, perbedaannya kecil (0,1-0,2%) dan tumbuh seiring jangka waktu.
Apakah bunga deposito dikenakan pajak?
Ya, bunga deposito dikenakan pajak final sebesar 20% yang dipotong langsung oleh bank. Anda tidak perlu melaporkan bunga deposito dalam SPT Tahunan karena pajaknya sudah final. Pajak ini berlaku untuk deposito di atas Rp7.500.000.
Apa perbedaan deposito kumulatif dan non-kumulatif?
Pada deposito kumulatif, bunga dimajemukkan dan dibayarkan saat jatuh tempo, memaksimalkan pengembalian melalui efek bunga majemuk. Pada deposito non-kumulatif, bunga dibayarkan secara berkala (bulanan/triwulanan/tahunan), memberikan pendapatan rutin namun total pengembalian lebih rendah. Pilih kumulatif untuk pertumbuhan kekayaan, non-kumulatif untuk pendapatan rutin.
Apa itu perpanjangan otomatis (ARO) pada deposito?
Perpanjangan Otomatis (Automatic Roll Over/ARO) secara otomatis menginvestasikan kembali jumlah jatuh tempo (pokok + bunga) ke deposito baru dengan suku bunga yang berlaku untuk jangka waktu yang sama. Ini memastikan Anda tidak kehilangan pengembalian jika lupa memperpanjang. Anda dapat menonaktifkan fitur ini atau memperpanjang secara manual dengan ketentuan berbeda.