Kalkulator Reksa Dana Pasar Uang vs Tabungan

Bandingkan pengembalian antara reksa dana pasar uang dan tabungan. Pahami pajak, likuiditas, dan pilih opsi terbaik untuk dana darurat Anda.

Hasil Perbandingan

Catatan: Return reksa dana pasar uang bersifat indikatif. Pengembalian aktual dapat bervariasi. Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan.

Perbandingan Pengembalian

Apa itu Reksa Dana Pasar Uang?

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) adalah jenis reksa dana yang berinvestasi pada instrumen pasar uang jangka pendek seperti deposito, SBI, dan obligasi dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun. RDPU dirancang untuk memberikan likuiditas tinggi dengan pengembalian lebih baik dari tabungan biasa.

RDPU bisa dianggap sebagai tempat parkir cerdas untuk dana darurat atau tabungan jangka pendek. Mereka menggabungkan likuiditas tabungan dengan pengembalian yang lebih tinggi, menjadikannya alternatif unggulan untuk uang menganggur Anda.

RDPU vs Tabungan: Perbedaan Utama

Perbandingan Pengembalian

  • RDPU: Biasanya menawarkan 4-6% pengembalian tahunan (rata-rata historis). Pengembalian berfluktuasi berdasarkan kondisi pasar tapi umumnya stabil.
  • Tabungan: Menawarkan 0,5-2% bunga (bervariasi antar bank). Suku bunga tetap tapi lebih rendah dibanding RDPU.
  • Selisih: RDPU berpotensi memberikan 2-4% lebih tinggi per tahun, yang sangat signifikan seiring waktu.

Likuiditas & Akses

  • RDPU: Pencairan T+1 hingga T+3 hari (uang masuk rekening 1-3 hari kerja). Beberapa platform menawarkan pencairan instan hingga Rp25-50 juta.
  • Tabungan: Akses langsung ke dana 24/7 melalui ATM, mobile banking, dan transfer. Tanpa periode tunggu.
  • Pemenang: Tabungan unggul dalam akses instan, tapi RDPU tidak jauh tertinggal untuk penarikan terencana.

Pajak

  • RDPU: Tidak ada pajak atas keuntungan reksa dana hingga Rp1 miliar per tahun. Di atas itu, dikenakan pajak 10% atas keuntungan.
  • Tabungan: Bunga dikenakan pajak final 20% jika di atas Rp7,5 juta per bulan (atau saldo rata-rata tertentu).
  • Catatan: Untuk kebanyakan nasabah, perlakuan pajak mirip, tapi RDPU menawarkan pengembalian kotor lebih baik yang menghasilkan pengembalian bersih lebih tinggi.

Kapan Memilih RDPU

  1. Dana Darurat: Simpan 3-6 bulan pengeluaran di RDPU daripada tabungan. Anda akan mendapat 2-4% lebih per tahun sambil tetap mudah diakses.
  2. Tujuan Jangka Pendek (3-12 bulan): Menabung untuk liburan, pernikahan, atau uang muka? RDPU mengalahkan tabungan tanpa mengunci uang Anda.
  3. Parkir Sementara: Menerima bonus, menjual properti, atau punya kelebihan kas? Parkir di RDPU sampai Anda memutuskan investasi jangka panjang.

Kapan Tabungan Lebih Baik

  • Transaksi Harian: Gaji masuk, pembayaran tagihan, dan pengeluaran rutin perlu rekening tabungan.
  • Kebutuhan Akses Instan: Jika butuh akses 24/7 tanpa penundaan, tetap gunakan tabungan.
  • Jumlah Sangat Kecil: Untuk saldo di bawah Rp5 juta, selisih pengembalian minimal. Kenyamanan lebih penting.
  • Toleransi Risiko Nol: Tabungan 100% aman (dijamin LPS hingga Rp2 miliar). RDPU memiliki risiko minimal tapi bukan nol.

Strategi Cerdas: Pendekatan Hybrid

Pendekatan terbaik menggabungkan keduanya:

  • Tabungan: Simpan 1 bulan pengeluaran untuk kebutuhan langsung dan transaksi harian
  • RDPU: Parkir 3-6 bulan pengeluaran sebagai dana darurat untuk pengembalian lebih baik
  • Deposito/Obligasi: Untuk tujuan 1-3 tahun ke depan
  • Reksa Dana Saham: Untuk tujuan di atas 5 tahun

Dengan cara ini, Anda menyeimbangkan likuiditas, pengembalian, dan kenyamanan dengan sempurna!

Cara Investasi di RDPU

  1. Pilih Platform: Investasi melalui aplikasi seperti Bibit, Bareksa, Ajaib, atau langsung ke manajer investasi
  2. Daftar & KYC: Proses pendaftaran online 5-10 menit dengan e-KYC
  3. Pilih Produk: Pilih RDPU dengan track record bagus dan biaya rendah
  4. Mulai Investasi: Mulai dari Rp10.000-100.000 (tergantung platform)
  5. Pantau & Cairkan: Cek NAB harian dan cairkan kapan saja diperlukan

Risiko RDPU

Meskipun RDPU berisiko rendah, mereka tidak bebas risiko:

  1. Risiko Kredit: Jika perusahaan yang instrumennya dipegang reksa dana gagal bayar, NAB bisa turun. Namun, RDPU berinvestasi di instrumen berkualitas tinggi.
  2. Risiko Suku Bunga: Minimal karena jatuh tempo sangat pendek (di bawah 1 tahun).
  3. Tidak Ada Jaminan Modal: Tidak seperti tabungan (dijamin LPS), RDPU tidak menjamin pokok Anda. Meski kerugian sangat jarang terjadi.
  4. Likuiditas T+1 hingga T+3: Tidak instan untuk jumlah penuh. Rencanakan arus kas Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah RDPU lebih aman dari tabungan?
Tabungan secara teknis lebih aman karena dijamin LPS hingga Rp2 miliar per bank. RDPU tidak dijamin tapi berisiko sangat rendah karena berinvestasi di instrumen berkualitas tinggi jangka pendek. Dalam praktik, kerugian di RDPU sangat jarang terjadi.
Bisakah saya menarik RDPU kapan saja?
Ya, RDPU tidak memiliki periode lock-in. Pencairan standar memakan waktu T+1 hingga T+3 hari (uang masuk rekening 1-3 hari kerja). Beberapa platform juga menawarkan pencairan instan hingga Rp25-50 juta.
Berapa investasi minimum di RDPU?
Sebagian besar RDPU memiliki investasi minimum Rp10.000-100.000. Tidak ada batas maksimum. Anda bisa investasi sebanyak yang Anda mau.
Berapa dana darurat yang harus disimpan di RDPU?
Penasihat keuangan merekomendasikan 3-6 bulan pengeluaran sebagai dana darurat. Pendekatan cerdas: Simpan 1 bulan pengeluaran di tabungan untuk akses langsung, dan sisanya 2-5 bulan di RDPU untuk pengembalian lebih baik.
Bisakah NAB RDPU turun dan saya rugi?
Secara teori ya, tapi dalam praktik sangat jarang. RDPU berinvestasi di instrumen sangat aman dengan jatuh tempo pendek. Penurunan NAB jarang terjadi dan biasanya minimal. Pilih RDPU dengan AUM besar dan track record bagus untuk meminimalkan risiko.