Kalkulator Surat Berharga Negara (SBN)

Hitung pengembalian investasi SBN dengan kupon yang dijamin pemerintah Indonesia. Bandingkan dengan deposito dan lihat keuntungan pajak lebih rendah.

Proyeksi SBN Anda

Jaminan Pemerintah: SBN dijamin 100% oleh Pemerintah Indonesia. Kupon direvisi sesuai penawaran masing-masing seri.

Pertumbuhan Seiring Waktu

Apa itu Surat Berharga Negara (SBN)?

Surat Berharga Negara (SBN) adalah instrumen investasi yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia untuk membiayai pembangunan nasional. SBN menawarkan jaminan 100% dari pemerintah dengan kupon yang kompetitif, menjadikannya pilihan ideal untuk investor konservatif yang mencari keamanan dan pengembalian stabil.

SBN tersedia dalam berbagai jenis untuk memenuhi kebutuhan investor yang berbeda, mulai dari ORI dengan kupon tetap hingga SBR dengan kupon mengambang, serta opsi syariah seperti ST dan SR.

Fitur Utama SBN

  • Jaminan Pemerintah: Dijamin 100% oleh Pemerintah Indonesia - risiko kredit nol
  • Kupon Kompetitif: Saat ini sekitar 6-6,5% per tahun, lebih tinggi dari deposito
  • Pajak Lebih Rendah: Kupon hanya dikenakan pajak 10% (vs deposito 20%)
  • Kupon Bulanan: Pendapatan pasif rutin setiap bulan
  • Investasi Minimum: Mulai dari Rp1.000.000
  • Investasi Maksimum: Hingga Rp3.000.000.000 per seri
  • Dapat Diperdagangkan: ORI dan SR bisa dijual di pasar sekunder
  • Mendukung Negara: Dana digunakan untuk pembangunan nasional

Jenis-Jenis SBN Ritel

1. ORI (Obligasi Ritel Indonesia)

SBN konvensional dengan kupon tetap yang dibayarkan bulanan. Dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah holding period berakhir. Jangka waktu biasanya 3 tahun.

2. SBR (Savings Bond Ritel)

SBN konvensional dengan kupon mengambang yang disesuaikan dengan BI Rate plus spread tetap. Memiliki fitur early redemption (pencairan awal). Jangka waktu biasanya 2 tahun.

3. ST (Sukuk Tabungan)

SBN berbasis syariah dengan imbal hasil mengambang. Memiliki fitur early redemption dan tidak dapat diperdagangkan. Jangka waktu biasanya 2 tahun.

4. SR (Sukuk Ritel)

SBN berbasis syariah dengan imbal hasil tetap. Dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Jangka waktu biasanya 3 tahun.

SBN vs Deposito

Kupon/Bunga: SBN menawarkan 6-6,5% vs deposito 3-5% - selisih signifikan 1-3%.

Pajak: SBN 10% vs deposito 20% - pengembalian bersih SBN jauh lebih tinggi.

Keamanan: Keduanya aman - SBN dijamin negara 100%, deposito dijamin LPS hingga Rp2 miliar.

Likuiditas: Deposito bisa dicairkan kapan saja (dengan penalti), SBN tergantung jenis (ORI/SR bisa dijual di pasar sekunder, SBR/ST ada fitur early redemption).

Hasil Bersih untuk Rp100 juta selama 1 tahun:

  • Deposito 5%: Bunga Rp5 jt - Pajak 20% = Rp4 jt bersih
  • SBN 6,4%: Kupon Rp6,4 jt - Pajak 10% = Rp5,76 jt bersih
  • Selisih: Rp1,76 jt lebih banyak dengan SBN!

Tips Investasi SBN

  1. Strategi Ladder: Investasi di berbagai seri SBN dengan jatuh tempo berbeda untuk likuiditas berkala
  2. Pantau Penawaran: SBN diterbitkan beberapa kali setahun - pantau pengumuman Kemenkeu
  3. Pertimbangkan Jenis: ORI/SR untuk kupon tetap, SBR/ST jika ingin early redemption
  4. Diversifikasi: Kombinasikan SBN dengan reksa dana dan deposito untuk portofolio seimbang

Cara Membeli SBN

  1. Siapkan SID: Daftar Single Investor Identification di KSEI melalui mitra distribusi
  2. Pilih Mitra Distribusi: Bank, sekuritas, atau fintech yang menjadi agen penjual resmi
  3. Tunggu Masa Penawaran: SBN dijual pada periode tertentu yang diumumkan Kemenkeu
  4. Lakukan Pemesanan: Order melalui platform mitra distribusi saat masa penawaran
  5. Bayar: Transfer dana sesuai jumlah pemesanan
  6. Terima Konfirmasi: SBN akan tercatat di rekening efek Anda setelah settlement

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa kupon SBN saat ini?
Kupon SBN saat ini berkisar 6-6,5% per tahun untuk produk konvensional dan syariah. Kupon ditetapkan pemerintah dan berbeda untuk setiap seri yang diterbitkan. Kupon dibayarkan bulanan.
Bisakah saya mencairkan SBN sebelum jatuh tempo?
Tergantung jenis SBN: ORI dan SR dapat dijual di pasar sekunder setelah holding period (biasanya 3-6 bulan). SBR dan ST memiliki fitur early redemption yang memungkinkan pencairan sebagian sebelum jatuh tempo tanpa penalti.
Apakah kupon SBN kena pajak?
Ya, kupon SBN dikenakan pajak final 10% (lebih rendah dari deposito 20%). Pajak dipotong langsung saat kupon dibayarkan. Ini salah satu keunggulan SBN dibanding deposito.
Apa bedanya SBN konvensional dan syariah?
SBN konvensional (ORI, SBR) menggunakan sistem bunga, sedangkan SBN syariah (ST, SR) menggunakan sistem bagi hasil yang sesuai prinsip Islam. Dari segi pengembalian, keduanya kompetitif dan sama-sama dijamin pemerintah.
Bagaimana jika pemerintah gagal bayar?
Risiko gagal bayar pemerintah Indonesia sangat rendah mengingat status investment grade dari lembaga rating internasional. SBN dijamin pembayarannya oleh negara melalui APBN. Indonesia tidak pernah gagal bayar SBN sejak instrumen ini diterbitkan.