Memahami Tabungan Berjangka
Tabungan Berjangka adalah produk perbankan di mana Anda berkomitmen menyetor sejumlah tetap setiap bulan untuk periode tertentu. Berbeda dengan deposito yang membutuhkan dana sekaligus, tabungan berjangka ideal untuk karyawan yang ingin membangun kebiasaan menabung secara rutin.
Bagaimana Tabungan Berjangka Bekerja?
Ketika Anda membuka tabungan berjangka, Anda berkomitmen untuk:
- Setoran Rutin: Menyetor jumlah tetap setiap bulan
- Periode Tertentu: Biasanya 6 bulan sampai 10 tahun
- Bunga Kompetitif: Lebih tinggi dari tabungan biasa
- Pembayaran Bunga: Dikompound dan dibayar saat jatuh tempo
Rumus Perhitungan Bunga Tabungan Berjangka
Nilai jatuh tempo dihitung dengan rumus:
M = P x [(1+i)^n - 1] / [1-(1+i)^(-1/3)]
Dimana:
- M = Nilai Jatuh Tempo
- P = Setoran bulanan
- i = Suku bunga per kuartal
- n = Jumlah kuartal
Keuntungan Tabungan Berjangka
- Disiplin Menabung: Memaksa Anda menabung secara konsisten
- Modal Kecil: Mulai dari Rp 100.000 per bulan
- Bunga Terjamin: Suku bunga tetap selama periode
- Kompound Kuartalan: Bunga berbunga meningkatkan hasil
- Fleksibel: Berbagai pilihan jangka waktu
Tips Memaksimalkan Tabungan Berjangka
- Atur Auto-Debet: Hindari melewatkan setoran dengan debit otomatis
- Bandingkan Suku Bunga: Bank kecil sering menawarkan bunga lebih tinggi
- Pilih Jangka Waktu Tepat: Sesuaikan dengan tujuan keuangan
- Pertimbangkan Inflasi: Pastikan bunga mengimbangi inflasi
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya tabungan berjangka dan deposito?
Tabungan berjangka membutuhkan setoran rutin setiap bulan, cocok untuk yang tidak punya dana besar sekaligus. Deposito membutuhkan dana sekaligus di awal, cocok untuk yang sudah punya dana lebih.
Apa yang terjadi jika melewatkan setoran?
Melewatkan setoran biasanya dikenakan denda. Jika terlalu sering melewatkan, rekening bisa ditutup dengan bunga lebih rendah. Beberapa bank mengizinkan skip 1-2 bulan dengan denda kecil.
Apakah bunga tabungan berjangka kena pajak?
Ya, bunga tabungan berjangka dikenakan pajak final 20% sama seperti bunga deposito. Pajak dipotong langsung oleh bank sebelum bunga dikreditkan.