Kalkulator Tabungan Pendidikan Anak

Hitung dana yang dibutuhkan untuk biaya sekolah dan kuliah anak. Rencanakan masa depan pendidikan anak dengan optimal.

Proyeksi Dana Pendidikan

Catatan: Biaya pendidikan di Indonesia meningkat rata-rata 10-15% per tahun. Mulai menabung sedini mungkin sangat penting.

Proyeksi Pertumbuhan Dana

Merencanakan Dana Pendidikan Anak di Indonesia

Biaya pendidikan di Indonesia terus meningkat dengan rata-rata 10-15% per tahun, jauh di atas inflasi umum. Tanpa perencanaan yang baik, biaya sekolah dan kuliah bisa menjadi beban berat. Kalkulator ini membantu Anda merencanakan tabungan pendidikan anak dengan memperhitungkan inflasi pendidikan.

Estimasi Biaya Pendidikan di Indonesia (2025)

JenjangSwasta/InternasionalNegeri/Nasional
TK (2 tahun)Rp 50-150 jutaRp 10-30 juta
SD (6 tahun)Rp 200-600 jutaRp 30-100 juta
SMP (3 tahun)Rp 150-400 jutaRp 20-60 juta
SMA (3 tahun)Rp 200-500 jutaRp 30-80 juta
S1 (4 tahun)Rp 300-1.000 jutaRp 50-200 juta

Catatan: Biaya di atas adalah estimasi 2025. Dengan inflasi 10% per tahun, biaya akan berlipat dalam 7 tahun.

Produk Investasi untuk Dana Pendidikan

1. Asuransi Pendidikan

  • Kelebihan: Perlindungan jiwa + tabungan, pembayaran pasti meski orangtua meninggal
  • Kekurangan: Return relatif rendah (4-6%), biaya tinggi
  • Cocok untuk: Yang menginginkan kepastian dan perlindungan

2. Reksa Dana Saham

  • Kelebihan: Potensi return tinggi (10-15% jangka panjang)
  • Kekurangan: Volatil, tidak cocok untuk jangka pendek
  • Cocok untuk: Tujuan 10+ tahun, bersedia dengan fluktuasi

3. Reksa Dana Campuran

  • Kelebihan: Seimbang antara pertumbuhan dan stabilitas (7-10%)
  • Kekurangan: Return lebih rendah dari reksa dana saham
  • Cocok untuk: Tujuan 5-10 tahun

4. Deposito/Obligasi

  • Kelebihan: Aman, return pasti
  • Kekurangan: Return mungkin tidak mengimbangi inflasi pendidikan
  • Cocok untuk: Tujuan di bawah 3 tahun atau sebagian portofolio

Strategi Perencanaan Dana Pendidikan

  1. Mulai Sedini Mungkin: Semakin lama waktu, semakin kecil setoran bulanan yang dibutuhkan
  2. Hitung dengan Inflasi: Gunakan inflasi pendidikan 10-15%, bukan inflasi umum 3-4%
  3. Diversifikasi: Kombinasikan produk agresif (reksa dana saham) untuk jangka panjang dan konservatif (deposito) untuk jangka pendek
  4. Review Berkala: Evaluasi dan sesuaikan setiap tahun
  5. Lindungi dengan Asuransi: Pastikan ada perlindungan jika pencari nafkah meninggal

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa yang harus saya siapkan untuk kuliah anak?
Untuk universitas swasta berkualitas saat ini dibutuhkan sekitar Rp 300-500 juta. Dengan inflasi 10% per tahun, jika anak Anda masih balita, perkirakan Rp 800 juta - 1,5 miliar saat masuk kuliah.
Asuransi pendidikan vs reksa dana, mana lebih baik?
Reksa dana umumnya memberikan return lebih tinggi. Namun, asuransi pendidikan memberikan jaminan pembayaran meski orangtua meninggal. Kombinasi keduanya bisa menjadi solusi: reksa dana untuk pertumbuhan, asuransi jiwa murni untuk perlindungan.
Kapan waktu terbaik mulai menabung untuk pendidikan anak?
Idealnya sejak anak lahir atau bahkan sebelumnya. Semakin cepat mulai, semakin ringan beban bulanan dan semakin besar efek compounding. Menabung sejak lahir dengan Rp 1 juta/bulan bisa menghasilkan lebih dari Rp 400 juta dalam 18 tahun (asumsi return 10%).