Cara Menentukan Tarif Brand Deal
Menentukan tarif yang tepat adalah salah satu tantangan terbesar bagi influencer. Terlalu rendah berarti undervalued, terlalu tinggi bisa kehilangan deal.
Faktor yang Mempengaruhi Tarif
- Jumlah Followers: Basis untuk kalkulasi, tapi bukan satu-satunya faktor
- Engagement Rate: ER tinggi (>3%) sangat bernilai bagi brand
- Niche: Finance dan tech biasanya bayar lebih tinggi dari lifestyle
- Kualitas Audience: Demographics, purchasing power, relevance
- Platform: YouTube biasanya lebih mahal dari Instagram
- Jenis Konten: Video lebih mahal dari foto
- Usage Rights: Apakah brand bisa reuse konten Anda
Kategori Influencer
- Nano (1K-10K): Rp500rb - Rp2jt per post
- Micro (10K-100K): Rp2jt - Rp10jt per post
- Mid-tier (100K-500K): Rp10jt - Rp50jt per post
- Macro (500K-1M): Rp50jt - Rp150jt per post
- Mega (1M+): Rp150jt+ per post
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana cara menghitung engagement rate?
ER = (Total Likes + Comments) / Followers x 100%. Untuk TikTok, gunakan views. ER di atas 3% dianggap baik, di atas 6% sangat baik.
Haruskah saya menerima barter/produk gratis?
Untuk pemula, barter bisa membantu membangun portfolio. Tapi setelah 10K+ followers dengan ER baik, Anda berhak dibayar cash.
Bagaimana dengan ekslusivitas?
Jika brand minta ekslusivitas (tidak boleh endorse kompetitor), kenakan 2-3x tarif normal karena Anda kehilangan peluang lain.