Kalkulator Dampak Kenaikan Gaji

Lihat bagaimana kenaikan gaji hari ini mempengaruhi kekayaan jangka panjang Anda.

Dampak Jangka Panjang

Wawasan: Kenaikan 10% hari ini tidak hanya berarti 10% lebih banyak tahun ini - semua kenaikan masa depan dihitung dari basis yang lebih tinggi.

Proyeksi Pendapatan

Mengapa Kenaikan Gaji Awal Sangat Penting

Banyak orang meremehkan nilai jangka panjang dari negosiasi gaji awal atau meminta kenaikan. Karena gaji masa depan sering didasarkan pada gaji saat ini, kenaikan hari ini memiliki efek berganda selama karir Anda.

Efek Penggandaan

Pertimbangkan dua skenario dengan gaji awal Rp120 juta vs Rp132 juta (perbedaan 10%):

  • Dengan pertumbuhan 5% per tahun selama 20 tahun
  • Skenario A (Rp120jt): Penghasilan kumulatif ~Rp4 miliar
  • Skenario B (Rp132jt): Penghasilan kumulatif ~Rp4,4 miliar
  • Perbedaan: Rp400 juta lebih banyak dari kenaikan 10% awal!

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa kenaikan gaji awal karir sangat penting?

Karena semua kenaikan dan bonus masa depan biasanya dihitung sebagai persentase dari gaji saat ini. Basis yang lebih tinggi berarti pertumbuhan absolut yang lebih besar setiap tahun.

Bagaimana cara memaksimalkan dampak kenaikan?

Investasikan selisihnya! Jika Anda mendapat kenaikan Rp1jt/bulan, investasikan sebagian besar alih-alih meningkatkan gaya hidup. Ini menggandakan manfaat kenaikan Anda.

Berapa kenaikan gaji yang wajar untuk minta?

Kenaikan tahunan standar 5-8% untuk mempertahankan daya beli. Kenaikan 10-15% wajar untuk kinerja bagus. 20%+ biasanya memerlukan promosi atau tanggung jawab baru. Pindah perusahaan bisa mendapat 25-50% jika skill Anda tinggi demand.

Kapan waktu terbaik meminta kenaikan gaji?

Waktu ideal: setelah review kinerja positif, setelah menyelesaikan proyek besar, saat mendapat tanggung jawab baru, atau ketika sudah 1+ tahun tanpa kenaikan. Hindari meminta saat perusahaan sedang cost-cutting atau restrukturisasi.

Apa yang harus dilakukan jika kenaikan ditolak?

Minta feedback spesifik tentang apa yang perlu diperbaiki, buat rencana pengembangan dengan target terukur, negosiasikan benefit lain (bonus, cuti, WFH), dan tetapkan timeline untuk evaluasi ulang. Jika terus ditolak tanpa alasan jelas, pertimbangkan mencari peluang baru.